Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

23 Januari 2012

Berbedak sambil Berbicara “Memicu” Kanker

Bismillah

Sudah menjadi kebiasaan bagi wanita untuk selalu berusaha tampil cantik baik secara alami atau dengan menggunakan alat-alat kosmetik. Salah satu alat kosmetik yang sering digunakan oleh kaum hawa adalah bedak. Menurut DepKes RI (1985:184) bedak adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk memulas kulit wajah dengan sentuhan artistik atau meningkatkan penampilan wajah.

Bedak umumnya mengandung titanium dioksida (TiO2) yang berfungsi sebagai tabir surya karena dapat menyerap sinar UV dan mencegah perubahan warna kulit akibat terpapar sinar UV.

Kebiasaan yang sering dilakukan oleh kaum hawa pada saat berbedak adalah bergosip. Ketika bergosip rongga-rongga pernafasan bagian atas terbuka lebar, akibatnya serbuk-serbuk bedak yang mengandung titanium dioksida dapat terhirup masuk ke dalam tubuh. Penelitian oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2006 mengatakan bahwa serbuk titanium dioksida dapat menjadi karsinogen (zat pemicu kanker) pada manusia.

Kesimpulan tersebut didasari dari hasil penemuan IARC bahwa tikus yang dipapari dengan serbuk titanium dioksida secara terus-menerus dan dengan kosentrasi tinggi mengalami kanker pada saluran pernapasannya. Penelitian lain yakni UCLA's Jonsson Comprehensive Cancer Center juga mengatakan bahwa titanium dioksida dengan ukuran nanopartikel dapat menyebabkan kerusakan genetika pada tikus.

Kembali lagi dengan pepatah lama,”mencegah lebih baik daripada mengobati,” hindari berbicara ataupun bergosip sambil berbedak agar tidak terhirup serbuk titanium dioksida.

Daftar Pustka
UCLA's Jonsson Comprehensive Cancer Center. 2009. Nanoparticles Used in Common Household Items Cause Genetic Damage in Mice. http://www.sciencedaily.com/releases/2009/11/091116165739.htm. (7 Mei 2011)
International Agency for Research on Cancer (IARC).2006. Titanium Dioxide Classified as Possibly Carcinogenic to Humans. http://www.ccohs.ca/headlines/text186.html. (7 Mei 2011)

16 April 2011

Korelasi Radiasi Sinar UV dan Kanker Kulit

Bismillah

Dewasa ini penipisan lapisan ozon akibat polutan florokarbon, terutama yang mengandung klorida/bromida semakin tinggi ( Sukowati, 2008). Salah satu fungsi ozon adalah melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet (sinar matahari) yang berbahaya. Sinar ultraviolet (UV) terdiri dari tiga macam berdasarkan panjang gelombang, yakni dari yang terpanjang sinar UV-A, kemudian sinar UV-B, lalu yang terpendek sinar UV-C. Sesuai dengan teori foton: semakin kecil pendek panjang gelombang, maka energi yang dihasilkan semakin besar, sehingga dapat dikatakan bahwa radiasi sinar UV-C menimbulkan efek radiasi yang paling berbahaya. Ozon dalam keadaan normal dapat melindungi bumi dari radiasi sinar UV-C, namun apakah sekarang lapisan ozon masih mampu?

Kanker kulit (melanoma) merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali. Kanker kulit dapat merusak jaringan di sekitarnya bahkan mampu merambat ke daerah lainnya (www.wfumbc.edu). Radiasi ultraviolet, terutama sinar UV-C merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya kanker kulit (Sudiana, 2008). Radiasi ultraviolet menyebaebkan kecacatan pada basa pirimidin yaitu timin. Timin sangat peka terhadap sinar ultraviolet, apabila terpapar timin akan berdimerisasi membentuk timin dimerisasi. Dimerisasi timin adalah tebentuknya ikatan silang antara timin-timin yang bersebelahan. Hasil pengikatan tersebut dinamakan dimer (lihat gambar 3.5). Dimerisasi timin akan mengacaukan replikasi DNA, sehingga dapat menyebabkan kacaunya metabolisme di dalam sel, dan paling buruk dapat menyebabkan kanker kulit (Santoso, 2007).


Allah itu maha penyayang, ia telah merancang sebagaimana rupa sehingga tubuh manusia memiliki suatu mekanisme untuk memperbaiki dimerisasi timin yaitu dengan reparasi eksisi menggunakan enzim endonuklease. Namun, apabila manusia tidak menjaga kesehatan tubuhnya dan sering terpapar sinar UV tanpa perlindungan, reparasi eksisi dapat tidak berjalan maksimal yang akibatnya dimerisai timin tidak mampu diperbaiki oleh tubuh.

Mencegah lebih baik daripada mengobati
Maka dari itu mulailah melindungi tubuh anda dari radiasi sinar UV dapat berupa dengan menggunakan tabir surya, bahan yang menutupi kulit ataupun memakan makanan yang kaya antioksidan.

Daftar pustaka
 Santoso, Bentot. 2007. Biologi Pelajaran Biologi untuk SMA/MA. Interplus. Jakarta.
Sudiana, I Ketut. 2008. Patobiologi Molekuler Kanker. Salemba Medika. Jakarta.
sukowati andria. 2008. www.bplhdjabargo.id
www.wfumbc.edu

04 Maret 2011

Bismillah

Salah satu luaran yang diharapkan oleh seorang mahasiswa farmasi adalah mampu menganalisis bahan baku farmasi, makanan, dan bentuk sediaan obat-obatan. Berikut adalah beberapa metode analisis berdasarkan ilmu biokimia mengenai asam amino,dan protein .


Percobaan asam amino dan protein
            1. Test Millon
Reaksi ini disebabkan oleh derivat-derivat monofenol seperti tirosin. Pereaksi yang digunakan adalah larutan ion merkuri/merkuro dalam asam nitrat/nitrit. Warna merah yang terbentuk mungkin disebabkan oleh garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi.
Metode :
Tambahkan 5 tetes pereaksi Millon ke dalam tabung reaksi yang telah berisi 3 ml albumin, kasein, fenol 2% dan putih telur. Panaskan campuran dengan hati-hati. Warna merah menyatakan hasil positif, jika reagen yang digunakan terlalu banyak maka warna akan hilang dengan pemanasan.
 
Larutan Uji
Sebelum dipanaskan
Setelah dipanaskan
Hasil Uji
Albumin
Ada yang menggumpal
Gumpalan merah
+
Kasein
Ada endapan
Gumpalan merah
+
Fenol 2%
Bening
Merah
+
Putih Telur
Ada yang menggumpal
Gumpalan merah
+

Gambar 1. Test Millon (Kasein-Putih telur-Fenol 2%-Albumin)


Baik Albumin, kasein, fenol 2 %, maupun putih telur memberikan hasil (+) terhadap test Millon. Hal ini dikarenakan pada Albumin, Kasein, fenol 2% dan putih telur mengandung derivat monofenol.
Reaksi ini didasari bahwa bila suatu protein ditambahkan garam merkuri, maka akan terjadi koagulasi. Protein dapat terkoagulasi karena protein mengalami destruksi bentuk tiga dimensi dari rantai polipeptida yang ikatannya akan pecah tanpa mengakibatkan pemecahan ikatan kovalen dari ikatan peptidanya.

Teknologi Pembuatan Antibodi Monoklonal

Bismillah
 Sebelum ditemukannya teknologi antibodi monoklonal, antibodi dahulunya diperoleh dengan cara konvensional yakni mengimunisasi hewan percobaan, mengambil darahnya dan mengisolasi antibodi dalam serum sehingga menghasilkan antibodi poliklonal. Apabila dibutuhkan antibodi dalam jumlah besar maka binatang percobaan yang dibutuhkan juga sangat besar jumlahnya. Selain itu bila diproduksi dalam jumlah besar antibodi poliklonal jumlah antibodi spesifik yang diproduksi juga sangat sedikit, sangat heterogen dan sangat sulit menghilangkan antibodi lain yang tidak diinginkan (Radji M. 2010), Maka dari itu dilakukan serangkaian penelitian untuk membuat antibodi spesifik secara in vitro, sehingga dapat diproduksi antibodi spesifik dalam jumlah besar, dan tidak terkontaminasi dengan antibodi lainnya.
Tahun 1975, Georges Köhler, César Milstein, and Niels Kaj Jerne menemukan cara baru dalam membuat antibodi dengan mengimunisasi hewan percobaan, kemudian sel limfositnya difusikan dengan sel mieloma, sehingga sel hibrid dapat dibiakkan terus menerus. Antibodi yang homogen dan spesifik ini disebut antibodi monoklonal. Berkat temuan antibodi monoklonal Georges Köhler, César Milstein, and Niels Kaj Jerne mendapatkan hadiah nobel di bidang fisiologi dan kedokteran pada tahun 1985. Berikut Bagan Pembuatannya:

 
1.      Imunisasi mencit
            Antigen berupa protein atau polisakarida yang berasal dari bakteri virus, disuntikkan secara subkutan pada beberapa tempat atau secara intra peritoneal. Setelah 23 minggu disusul suntikan antigen secara intravena sekali atau beberapa kali suntikan. Mencit dengan tanggap kebal terbaik dipilih; 12 hari setelah suntikan terakhir, antibodi yang terbentuk pada mencit diperiksa dan diukur titer antibodinya, mencit dimatikan dan limpanya diambil secara aseptis, kemudian dibuat suspensi sel limpa untuk memisahkan sel B yang mengandung antibodi. Cara ini dianggap cukup baik dan banyak dipakai, walaupun kadangkala dipengaruhi oleh sifat antigen atau respon imun binatang yang berbeda-beda.

21 Juli 2010

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar

Luka Bakar, siram dengan air dingin
Terinspirasi dari banyaknya korban akibat meledaknya gas elpiji 3 kg baik luka bakar ringan maupun serius, saya menulis artikel ini semoga bisa bermanfaat.

Seringkali terjadi kesalahpamahan pada saat mengobati luka bakar pada masyarakat awam. Seperti pemberian odol yang bukannya menyembuhkan malah memperparah luka, hal tersebut dikarenakan kepercayaan akan mitos-mitos yang belum tentu benar.

Atasi luka bakar dengan segera lewat tips berikut. Anda mengalami luka bakar? Baiknya jangan gegabah mengatasi luka akibat terkena api atau benda panas ini. Cedera pada jaringan kulit ini juga tak bisa dijadikan hal yang sepele. Luka bakar di lapisan permukaan kulit bisa terasa lebih sakit daripada luka bakar dalam.
Pada luka bakar dalam biasanya kulit sudah berubah warna menjadi putih dan bentuknya dan terasa tidak sakit. Sedangkan luka bakar pada permukaan kulit biasanya menyebabkan kulit berwarna kemerahan dan rasanya sakit sekali. Maka yang harus Anda lakukan adalah:

19 Juli 2010

Obat Flu Babi?

Bismillah
 
Obat Flu Babi adalah Tamiflu - Obat apa yang efektif untuk menyembuhkan penyakit flu babi? pertanyaan ini mungkin sering terlintas didalam pemikiran anda, mengingat penyakit flu babi akhir-akhir semakin sering menyerang Manusia. Sampai saat ini Tamiflu masih diandalkan menjadi obat para penderita penyakit flu babi atau penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1.

namun ada sebuah kasus pertama flu babi yang kebal terhadap obat anti-virus Tamiflu terjadi di Denmark, demikian konfirmasi Badan Kesehatan Nasional seperti dilaporkan Antara.

Pasien Denmark tersebut diberikan obat itu setelah terpajan (exposure) terhadap flu babi. Meski telah diberikan obat tersebut, perempuan pasien itu tetap terserang penyakit tersebut sekalipun kini telah pulih.

Fakta Flu Babi

Para pakar pengendali penyakit masih berupaya mencari jalan dalam mengatasi wabah flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat, dan dugaan kasus ini di negara lain.


Apakah flu babi?
Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi. Disebabkan oleh influenza tipe A, wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal.
Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun. Ada banyak jenis flu babi dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah.

Apakah manusia bisa terjangkit flu babi?
Flu babi biasanya tidak menjalar pada manusia, meski kasus sporadis juga terjadi dan biasanya pada orang yang berhubungan dengan babi. Catatan mengenai kasus penularan dari manusia ke manusia juga sangat jarang.
Penularan manusia pada manusia flu babi diperkirakan menyebar seperti flu musiman – melalui batuk dan bersin. Dalam wabah yang kini terjadi belum jelas apakah penyakit itu ditularkan dari manusia ke manusia.
Gejala flu babi pada manusia tampaknya serupa dengan gejala-gejala flu musiman manusia.

Pertolongan Pertama Penderita Stroke

Bismillah

Orang yang terkena serangan stroke harus tetap berada di tempat semula di mana dia terjatuh (misalnya: kamar mandi, kamar tidur atau di mana saja). Jangan dipindahkan! Memindahkan si penderita dari tempat semula, akan mempercepat pecahnya pembuluh darah halus di otak.

BILA di antara pembaca ingin melakukan pertolongan saat serangan awal stroke terjadi, berikut saya berikan salah satu cara pertolongan pertama yang dianggap cukup efektif (pertolongan gawat darurat yang dapat dilakukan).

Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan stroke, seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah di otak. Apabila pertolongan awal sedikit terlambat, maka pembuluh darah di otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir dengan deras, dan pembuluh darah akan segera pecah sedikit demi sedikit.

Untuk menghadapi keadaan demikian, jangan panik dan tetap tenang.

Untuk menghadapi keadaan demikian, jangan panik dan tetap tenang. Orang yang terkena serangan stroke harus tetap berada di tempat semula di mana dia terjatuh (misalnya: kamar mandi, kamar tidur atau di mana saja). Jangan dipindahkan! Memindahkan si penderita dari tempat semula, akan mempercepat pecahnya pembuluh darah halus di otak.

Penderita harus dibantu dengan mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi, dan pada saat itu pertolongan pertama dapat dilakukan.

30 April 2010

VARENICLINE SANG MUSUH DALAM SELIMUT BAGI NIKOTIN

Bismillah

Aku sering bertanya kepada abang ku Ijal, “ Bang kenapa sih setiap hari merokok melulu, kan ga baik untuk kesehatan,” kemudian dengan santainya abangku menjawab,” Kalau engga merokok gw ga akan tenang Tik, sehari ga ngerokok ga bisa mikir.” Kemudian timbul pertanyaan besar di kepalaku ini, Apakah sebegitu hebatnya rokok itu sehingga bisa menimbulkan kecanduan bagi penggunanya.

Salah satu zat yang terdapat di dalam rokok adalah Nikotin.  Nikotin adalah si biang kerok yang menyebabkan seseorang bisa mencintai rokok sampai setengah mati. Ketika seseeorang menghirup asap rokop, zat nikotin yang ada pada rokok akan masuk ke dalam otak dan melepas dopamine,senyawa yang dapat memberikan rasa nyaman. Ketika konsentrasi dopamine berkurang, rasa nyaman akan hilang dan timbul keinginan perokok untuk kembali merokok. Efek inilah yang menimbulkan ketagihan merokok.  

Di dalam dunia kefarmasian sudah berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi penyakit rokok ini. Dimulai dengan penggunaan obat bernama Nicotin patch. Obat ini berupa permen yang dikosumsi sebagai pengganti rokok dengan harapan menurunkan angka ketergantungan pada rokok.  Meskipun tidak menggandung zat-zat beracun seperti tar yang ada di dalam rokok, Nicotin patch seperti namanya masih menggandung, nikotin dengan kata lain obat ini hanya bersifat subtitusi.

Pada awal abad milenium para farmasis menemukan cara lain untuk melawan si Nikotin  yaitu dengan obat-obat yang bisa melawan efek dari nikotin, salah satunya adalah Bupropion , bila diibaratkan dalam drama Nikotin berperan sebagai tokoh protagonis dan Bupropion berperan sebagai antagonis. Namun, berdasarkan hasil percobaan FDA (U.S. Food and Drug Administration) penggunaan Bupropion kurang efektif dalam menurunkan kecanduan terhadap  rokok hanya berkisar 10% (FDA Press 2006).

Setelah melakukan audisi yang cukup lama akhirnya, pada tahun 2007 salah satu perusahaan farmasi terkemuka, Pfizer mengorbitkan bintang baru dalam mengatasi kecanduan terhadap nikotin. Bintang baru ini bernama Varenicline. Obat ini adalah turunan dari Nikotin, sehingga masih ada hubungan darah dengan Nikotin. Tidak seperti saudaranya, Varenicline menganut asas ambil yang baik dan buang yang buruk, sifat pemberi rasa nyaman yang dimiliki oleh Nikotin juga dimiliki oleh Varenicline, namun sifat pemberi rasa candu dari Nikotin tidak dimiliki oleh Varenicline. Sehingga ketika perokok mengkonsumsi Varenicline, fungsi pemberi rasa nyaman yang biasanya diberikan oleh Nikotin akan digantikan oleh Varenicline, ketika kosentrasi Nikotin sudah berkurang di dalam tubuh, lambat laun rasa candu perokok kepada Nikotinpun akan hilang. Varenicline terbukti efektif dalam upaya menurunkan kecanduan terhadap rokok sebesar 44% (Gonzales D et.al  2007)

25 April 2010

ROKOK, KEMISKINAN DAN GENERASI YANG HILANG: KEPENTINGAN JANGKA PANJANG YANG TERABAIKAN

Ketika menunggu kuliah Anatomi Fisiologi Manusia oleh Bu Retno, saya menemukan artikel yang menajubkan ini diantara kertas-kertas bergilir lalu lalang di hadapanku. Kuketik ulang lembar fakta ini agar masyarakat Indonesia tahu betapa rokok sudah menjadi dewa di negara ini.

Rokok dan tembakau dianggap merupakan perdagangan andalan bagi pendapatan Negar. Sekitar 45 triliyun rupiah diterima Negara untuk pembangunan negeri ini, atau 10% dari pnedaptan negar. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika industri rokok dan tembakau mendapat ‘proteksi’ dari Negar. Sementara itu hampir semua Negara di dunia melakukan pengendalian yang ketat untuk industi ini di bawah payung Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

Dalam pola epidemi rokok, Indonesia masuk dalam tahap kedua, di mana persentase penduduk laki-laki yang merokok tinggi dan persentase perempuan yang merokok masih rendah, namun jumlah perokok perempuan meningkat dengan tajam (Lopez,et. Al, 1994, Edwards, 2006). Penyakit terkait dengan rokok di Indonesia belum banyak terdeteksi karena baru akan meningkat 30-40 tahun yang akan datang. Dengan demikian tidak mengherankan jika kepentingan jangka pendek lebih didahulukan oleh para penggambil keputusan dibandingkan dengan dampak kerugian jangka panjang terhadapa kesehatan masyarakat Indonesia.

Lebih dari 50% kepla rumah tangga adalah perokok dan sebagian besar merokok di dalam rumah. Selain anak dan istri mendapat paparan asap rokok, ekonomi rumah tangga juga terkorbankan akibat kecanduan yang dialami kepla rumah tangga. Hasil wawancara di Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan Bogor pada sejumlah ibu dan suaminya merokok memperlihatkan bahwa penghasilan tambahan yang diperoleh suami justru digunakan untuk membeli rokok bukannya untuk menambah belanja keluarga.

21 April 2010

Loa-loa: Si Cacing Mata

Bismillah

Hanya dengan tatapan mata seseorang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama love at the first sight gitu deh istilahnya..hehehe. Ternyata yang bisa kepicut ama sepasang bola mata ini, bukan hanya dari kaum homo sapiens saja, cacing juga suka (emansipasi cacing dong )Loa-loa salah satu jenis cacing kelas nematoda jaringan yang suka banget nyempil di lapisan konjugtiva mata (itulah lapisan yang being-bening).Infeksi Loa-loa dinamakan Loaiasis, pertama kali terjadi pada tahun 1770 pada seorang wanita negro di Santo Domingo, Hindia Barat. Cacing dewasa Loa loa merupakan nematoda jaringan yang bersifat parasit, sekitar 90% menyerang manusia dan sisanya menyerang kuda nil, binatang pemamah biak yang hidup liar, tikus dan kadal. Walaupun Indonesia bukan daerah endemik (daerah penyebaran) penyakit ini, kita juga perlu memiliki pengetahuan tentang berbagai macam parasit yang bisa menyerang manusia sehingga kita dapat menganalisisnya bila penyakit tersebut suatu saat kita temui, nambah-nambah ilmu deh...

Saat membahas mengenai suatu penyakit kita harus menjelaskan berbagai bidang dari segi taksonominya, vektornya, diagnosis, Obat, dan endemis. (Inget kata bu Amarila..hehe)

Taksonomi Loa-loa
Kingdom : Animalia
Filum : Nematoda
Kelas : Secernentea
Ordo : Spirurida
Famili : Filariidae
Genus : Loa
Spesies : Loa loa


Skeleton oh Skeleton

            13.30, gw sekarang lagi browsing di UPP, FMIPA UI. Di sini lu akan menemukan hampir seluruh komputer terisi sama mahasiswa, khusunnya farmasi yang sedang mengerjakan Skeleton. Apaan tuh Skeleteon? . Skeleton adalah singkatan dari student center e learning beta. Si Skeleton ini adalah adik dari Scele, yang katanya lebih canggih dari sang kakak.Skeleton dengan domain skeleton.ui.ac.id merupakan sarana yang disediakan oleh pihak UI bagi mahasiswa dan dosen dalam melaksanakan tugas-tugas perkuliahan, dengan tujuan mempermudah komunikasi melalui forum dan menghemat waktu dan kertas melalui post dan pre test yang diadakan secara online.

Berikut contoh muka si Skeleton :
             Skeleton ini ditujukan untuk semua fakultas di Universitas Indonesia, namun yang secara aktif menggiatkannya baru Fasilkom, Fmipa, dan FT. Fmipa pada khususnya dari dekanannya sangat menggalakan si Skeleton ini. Setiap mata kuliah dasar wajib yang dimiliki semua jurusan Fmipa seperti; Matematika dasar, Fisika dasar, Kimia dasar, dan biologi umum memiliki masing-masing 1 pre dan 1 post test. Bayangkan setiap mahasiswa harus mengerjakan 8 post dan pre test tiap minggunya, dari senin sampai jumat.


20 April 2010

Mana yang Lebih Tinggi Suhu Ketiak atau Suhu Mulut?


Fenfen (OP) sedang mengukur suhu tubuh melalui mulut


Bila kita lihat di rumah sakit atau di tv begitu banyak cara pengukuran suhu ada yang melalui mulut, ketiak bahkan anus. Pernyataannya sekarang apakah hasil pengukuran yang diberikan sama atau tidak, oleh sebab itu tadi siang tanggal 20 April 2010 bertempat di Lab. Farmaologi, kami mahasiswa Farmasi Reguler 2009 UI mengedakan percobaan anataomi fisiologi manusia mengenai suhu badan.


Cici sampai ketiduran hihi...

Mengapa perlu pemeriksaan suhu badan? Pemakaian energi oleh tubuh menghasilkan panas, yang penting dalam pengaturan suhu. Manusia biasanya tinggal di lingkungan eksternal yang lebih dingin daripada suhu tubuh mereka, sehingga manusia harus terus menerus menghasilkan panas secara internal untuk mempertahankan suhu tubuh mereka. Mereka juga harus memiliki mekanisme untuk mendinginkan tubuh apabila tubuh memperoleh terlalu banyak panas dari aktivitas otot rangka atau dari lingkungan eksternal yang panas. Suhu tubuh harus diatur karena kecepatan reaksi kimia sel bergantung pada suhu dan panas yang berlebihan akan merusak protein sel.

Ada Apa dengan Filariasis di Indonesia?

Tika Nurhasanah


Masih ingatkah kita kejadian yang menghebohkan bulan November 2009 yang lalu? Pemberian obat massal antifilariasis yang ditujukan untuk memberantas penyakit kaki gajah (filariasis) di Kabupaten Bandung, ternyata berakibat fatal. Dilaporkan sebanyak 8 warga diduga tewas dan lebih dari 200 orang warga dirawat setelah mengkonsumsi obat antifilariasis yang diberikan secara massal oleh pemerintahan setempat dengan jumlah pasien terbanyak berasal dari Kecamatan Majalaya. Menanggapi kasus yang terjadi Ketua Komite Ahli Pengobatan Filariasis (KAPFI) Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, M.Sc., Sp.FK mengatakan, obat anti filariasis yang diberikan aman digunakan, apakah benar begitu? Kasus kematian warga setelah mengkonsumsi obat antifilariasis diduga disebabkan oleh 3 hal; pemberian obat massal tanpa didampingi tenaga kesehatan, pemberian obat yang tidak tepat dosis, dan tidak dinformasikan tata cara penggunaan obat yang benar.

Pada saat pemberian obat antifilariasis di Kabupaten Bandung, pemberian obat diberikan oleh kader bukan oleh tenaga medis, yakni farmasis yang memiliki tanggung jawab dalam pemberian obat dan reaksi di dalam tubuh pasien. Alasan Dinas kesehatan yang mengatakan bahwa kader-kader yang bekerja telah diberikan sosialisasi dan agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Meskipun dinas kesehatan provinsi berkelit tim dokter dan perawat tetap berada di puskesmas kecamatan selama tiga hari untuk melakukan pengawasan dalam operasional pengobatan massal kaki gajah. Apabila tenaga medis yang disediakan hanya bekerja di puskesmas, lalu siapa yang mengontrol pemberian obat di lapangan? Walaupun hal ini merupakan pengobatan massal gratis bagi masyarakat tidak seharusnya pelayanan yang diberikan alakadarnya, pengeluaran pemerintah dibiayai oleh masyarakat, maka kewajiban pemerintah untuk memberi pelayan yang terbaik di bidang kesehatan.

Pemberian obat yang tidak tepat dosis menjadi salah satu penyebab terjadinya efek samping yang fatal. Proses pengobatan menggambarkan suatu proses normal atau "fisiologik" dari pengobatan, di mana diperlukan pengetahuan, keahlian sekaligus berbagai pertimbangan profesional dalam setiap tahap sebelum membuat suatu keputusan. Dalam pemberian dosis obat-obatan perlu diperhatikan usia dan berat badan dari si pasien, karena pemberian dosis bagi anak-anak, dewasa dan orangtua di atas 50 tahun berbeda. Hal tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh pasien dalam menerima pengobatan. Dalam kasus pengobatan filariasis di Kabupaten Bandung, diberikan tiga jenis obat-obatan, yaitu dietil karbamasin sitrat (DEC), albendazol (obat cacing) dan parasetamol (obat penurun panas). Pemberian dosis antifilariasis yang diberikan sudah sesuai prosedur WHO, yaitu 6 mg/kg berat badan untuk DEC dan 400 mg untuk Albendazole, dikonsumsi 3 kali sehari, penimbangan berat badan warga memang tidak dilakukan, namun pemerintah menggunakan perhitungan berat badan rata-rata per kelompok umur yang dinilai cukup aman. Kesalahan dalam pemberian obat yang tidak sesuai dengan kelompok kemungkinan besar dapat terjadi, melihat obat antifilariasis diberikan bukan oleh tenaga medis yang profesional.

06 Desember 2009

PERLUNYA ETIKA LINGKUNGAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN LAUT MENJADI ASAM



Etika Lingkungan Hidup hadir sebagai respon atas etika moral yang selama ini berlaku, yang dirasa lebih mementingkan hubungan antar manusia dan mengabaikan hubungan antara manusia dan mahluk hidup bukan manusia. Mahluk hidup bukan manusia, kendati bukan pelaku moral (moral agents) melainkan dipandang sebagai subyek moral (moral subjects), sehingga pantas menjadi perhatian moral manusia.Kesalahan terbesar semua etika sejauh ini adalah etika-etika tersebut hanya berbicara mengenai hubungan antara manusia dengan manusia Albert Schweitzer (2003:12). Dalam perkembangan selanjutnya, etika lingkungan hidup menuntut adanya perluasan cara pandang dan perilaku moral manusia, yaitu dengan memasukkan lingkungan atau alam semesta sebagai bagian dari komunitas moral.

Air laut merupakan penyerap karbon (carbon sink). Karbon yang diserap maupun yang dilepas ke atmosfer berada dalam bentuk gas karbon dioksida (CO2). Laut akan menyerap karbon jika tekanan parsial gas karbon dioksida di atmosfer lebih tinggi dari tekanannya di dalam air laut. Laut berfungsi sebagai penyerap karbon (carbon sink) dalam dua bentuk yakni melalui serapan pasif dan aktif.


“KEHUJANAN MENIMBULKAN PENYAKIT: BENARKAH?”


Akhir-akhir ini setiap harinya kota Depok diguyur hujan yang terjadi baik di pagi hari maupun malam hari. Akibatnya bagi orang-orang yang tidak siap sedia payung mengalami kehujanan. Seringkali kita mendengar perkataan,” Jangan hujan-hujanan, nanti sakit lho!” yang diucapkan oleh orang tua, kerabat atau teman kita ketika musim hujan tiba. Sebuah mitos yang dipercayai di masyarakat bahwa kehujanan dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit seperti: pusing, diare, demam, dsb. Apakah benar seperti itu?

Kita sering beranggapan bahwa kehujanan bisa menyebabkan masuk angin, demam, batuk, pilek, dan badan linu-linu. Padahal hal ini adalah gejala khas dari infeksi virus influenza. Apakah hubungan antara air hujan dengan virus influenza? Apakah di dalam air hujan terdapat virus influenza? Apakah di balik baju yang basah terdapat segerombolan virus yang siap menyerang? Tentu tidak. Lalu setelah kita selesai sekehujanan pula sering beberapa di antara kita merasakan perut kembung, kemudian melilit dan akhirnya mengalami diare. Apakah air hujan juga membawa bakteri perut? Apakah baju basah membuat bakteri jahat merembes menembus kulit dan otot? Tentu tidak. Mengapa ada beberapa orang yang telah kehujanan setelah berjam-jam tetap sehat bugar dan ada beberapa yang hanya terkena gerimis langsung mengalami demam? Mengapa kita sakit setelah kehujanan? Apakah kita pernah berpikir bahwa para atlet renang yang hampir 8 jam sehari berada di kolam renang sering masuk angin? Bahkan kita sendiri saat berekreasi ke pantai atau berenang di kolam renang tetap segar bugar. Padahal sama-sama air? Mengapa bisa demikian?