21 April 2010

Fabrikasi Berita VS Loyalitas Jurnalis

Bertepatan dengan hari Kartini 21 April, Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya UI (KSM EP UI) bidang kajian mengadakan krida dengan tema Fabrikasi Berita yang disampaikan oleh Mba Melly selaku dosen ilmu komunikasi fisip UI. Acara yang diikuti oleh 17 anggota KSM mengkaji fenomena-fenomena kasus terkait fabrikasi berita baik dalam maupun luarnegri. Kasus fabrikasi atau rekaya berita yang terkenal antara lain; Steven Glash, seorang jurnalis New Republican yang kisahnya telah diangkat menjadi film berjudul Slatter Glash. Hack Heaven tulisan Steven mengenai perkumpulan para hacker ternyata setelah dilakukan verifikasi oleh jurnalis lainnya tulisannya berupa karangan semata. Kisah lainnya seperti Janet Cook, penulis Wangshinton post yang mendapat Pultizer, penghargaan di bidang jurnalistik melalui tulisannya mengenai anak kecil yang ketagihan obat bius. Karyanya yang sangat dikagumi, dianalisis berbagai pihak ternyata menimbulkan beberapa kejanggalan. Setelah didesak dengan bukti yang ad akhirnya Janet mengakui ia telah melakukan farbrikasi berita dan penghargaannya dicabut.


Kasus Fabrikasi berita yang hangat dibicarakan sekarang ini dilakukan oleh salah satu jurnalis TV One bernama Indy terkait markus. Sang markus mengatakan bahwa ia dibayar sebesar 1, 5 Juta untuk mengaku sebagai markus dan tampil di TV One. Akhirnya TV One meminta maaf kepada Mabes Polri terkait masalah ini. Menurut Mba Melly melihat fenomena yang terjadi seharusnya TV One dalam mencari narasumber melakukan verifikasi, verifikasi di sini bukan hanya menanyai sang narasumber namun juga dari informan atau sumber sumber lainnya berkaitan atau tidak informasi yang diberikan sehingga terjadi verifikasi silang dan nilai-nilai jurnalisme terjaga. Adapun elemen-elemen jurnalisme menurut Koch, yaitu kebenaran, loyalitas terhadap warga, disiplin, independensi terhadap sumber berita, pemantau kekuasaan, forum publik, menonjolkan bagian paling menarik dan relevan, komprehensif dan proposional serta sesuai hati nurani jurnalis.



Dalam menulis berita jurnalis dituntut untuk menjaga kebenaran dari tulisannya sehingga tidak terjadi fabrikasi berita yang akhirnya akan membohongi publik sebagai pembaca. Loyalitas penuh terhadap publik harus sangat dijaga. “Dalam kasus TV One seharusnya pihak TV One meminta maaf kepada publik bukan kepada Mabes Polri mengingat pentingnya loyalitas publik”, ujar Mba Melly. Setiap berita yang akan disampaikan atau telah disampaikan harus bisa diverifikasi, apakah narasumber dapat dipercaya, apakah timbul kejanggalan-kejanggalan dari berita yang ditulis semua itu harus bisa dibuktikan. Dalam menulis berita jurnalis tidak bersifat netral melainkan independensi, pengertian netral disini adalah jurnalis tidak menonjolkan sesuatu yang unik pada berita sehingga berita yang disampaikan tidak akan menarik untuk dibaca, sedangkan pengertian idependensi di sini adalah jurnalis menulis sesuai dengan nuraninya tanpa ada intervernsi dari pihak-pihak lain yang berkuasa. Selain itu dalam jurnalistik dikenal dengan istilah citizen jurnalisme atau yang sering kita lihat di koran-koran berjudul forum pembaca. Dalam forum pembaca harus tetap dilakukan verifikasi dan dilihat apakah tulisannya sesuai dengan kode etik jurnalis dan apakah tulisan yang akan diterbitkan menimbulkan kerugian bagi penulis atau redaksi.


“Fabrikasi berita yang terjadi dewasa ini disebabkan oleh kapitalisme industri media, tiap-tiap media bersaing mencari popularitas demi mendapatkan kue-kue iklan salah satu caranya melalui fabrikasi berita, namun saya yakin masih banyak jurnalis Indonesia yang memilki nurani,” ujar Mba melly. Setiap jurnalis harus mengacu kepada elemen-elemen utama jurnalisme dalam menuliskan berita demi loyalitas kepada publik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar